MENGUAK BISNIS SEX DUNIA MAYA


Nyaris tak berbeda dengan bisnis sex yang biasanya, ada pelaku (PSK), pelanggan, germo, dan tentunya iklim transaksi yang tentu menarik untuk digali cerita di baliknya……..
FASILITAS layanan jejaring sosial Facebook (FB), Twitter, Skyp, dan lainnya, buka hanya menyuguhkan kemudahan. Bahkan luasnya wilayah berjelajah, menjamin keleluasaan untuk beraktivitas di dalamnya, termasuk para penikmat bisnis ini ketika kebelet tapi tak mau repot.
Beberapa pelaku yang berhasil dikorek keterangannya oleh tim, cukup membutkikan jika bisnis ini memang sedang menjadi trend di masyarakat, khususnya para penggila internet dan jejaring sosial.
Hanya cukup basa-basi di depan layar komputer berjaringan internet, baik di warnet, maupun jaringan nirkabel, atau handphone dengan fitur canggihnya, anda bisa menawarkan atau ditawari dengan terang-terangan. Tak heran, hasil penelusuran tim, banyak para pelaku bisnis sex, perlahan namun pasti, secara beramai-ramai meninggalkan cara konfensional, menuju era digital. Tinggal klik sana klik sini, pelanggan datang, uang pun menumpuk. Seiring dengan itu pula, kejahatan sex di masyarakat cenderung meningkat. Upaya pihak berwenang untuk menimpa pelakunya dengan hukum terberat sekalipun, tak akan membatasi fenomena sex dunia maya. Selain mengubah gaya hidup, faktanya, teknologi juga mengubah cara orang menikmati seks. Melalui internet manusia bisa memenuhi kebutuhan biologisnya. Inilah realitas kehidupan manusia modern sekarang. Bagaimana dengan Anda?